Indonesia Punya Makna

by - Wednesday, February 11, 2015



Jika tetes darah yang mengucur demi merdekanya bangsamuTak cukup berharga bagimuLalu dengan apa kau akan mencintai Tanah Airmu?
Jika ribuan nyawa melayang demi merah putihTak juga berarti untukmuLalu dengan apa kau akan mencintai negerimu?



Itulah penggalan puisi karya Darusman Sukses, yang menyatakan bahwa kemerdekaan kita itu tidaklah sia-sia. Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia.Proklamasi kemerdekaan indonesia dan pengakuannya oleh dunia telah didapatkan bangsa ini dengan perjuangan berat tak kenal pamrih. Dengan modal kemerdekaan, suatu bangsa akan memiliki harga diri dan dapat bersama-sama duduk saling berdampingan dengan bangsa-bangsa di dunia.


Teringat saat saya masih menjadi seorang anak lugu dan penuh tanya terhadap sesuatu yang saya temukan kepada ibu saya. Pernah saya bertanya kepada ibu saya mengenai warna bendera Indonesia. Ternyata dibalik kesederhanaan warna dari bendera itu punya makna dan kisah yang begitu terikat sekali dengan perjuangan Indonesia.. “Nak, warna merah putih itu didapatkan dari perjuangan pendahulu kita ketika merobek warna biru dari bendera belanda” kata ibu saya sambal tersenyum.

Semenjak itu saya selalu mencari-cari makna yang ada pada setiap kejadian yang saya dapatkan. Saya menganggap bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini yan dikehendaki oleh Tuhan dengan sia-sia.



Ketika saya berumur 10 tahun kira-kira, dekat rumah saya sedang diadakan lomba 17 agustus. Begitu banyak lomba yang disajikan, dan begitu banyak hadiah yang ditawarkan. Sekali lagi saya yang tampil lugu mencari-cari makna yang terdapat pada lomba itu.

Sampai suatu ketika saya mengikuti lomba makan kerupuk, Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.
Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan. Dan bukan Cuma itu, ada makna lain yang tersirat, tidak bolehnya peserta menggunakan tangannya menandakan bahwa Indonesia itu merdeka tanpa bantuan dari bangsa lain. Hasil keringat dan pengorbanan pahlawan negeri lah yang menjadikan Indonesia merdeka.

Ada juga lomba panjat pinang. Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak. Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan. 

Dan masih banyak makna yang tersirat dari apa yang terjadi di dunia ini.Teringat sebuah kalimat yang dilontarkan soekarno 


“Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati maka seluruh semesta ini akan bahu membahu mewujudkannya” –Soekarno-




Proklamator kita itu mengungkapkan bahwa Indonesia tidak akan bisa berkembang tanpa semangat bangsanya. Yakin dan optimis adalah kunci dari sebuah masalah yang dihadapi Indonesia. Jika di TV lagi ramai-ramainya membiicarakan koruptor. Jangan berpikir bahwa

“ah, Indonesia punya koruptor lagi”.

Tapi berpikirlah bahwa

“Alhamdulillah, koruptur Indonesia makin sedikit seiring ditangkapnya koruptor itu”.

Dua kalimat yang sebenarnya maksud dan tujuannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda. Tergantung dari sudut pandag manakah kita berpikir.

Untuk mendapatkan sebuah kemenangan, canggihnya sebuah perlengkapan persenjataan bukanlah ukuran karena tekad yang kuat adalah modal utama dalam mencapai sebuah tujuan yang mulia. Mari kita bulatkan tekat, jadikanlah bahu kalian kokoh layaknya baja karena masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan tempat untuk bersandar.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------
REFERENSI
- Sumber Gambar:
   1. Makan Kerupuk: roiradio.com
   2. Soekarno : suryadiasep.blogspot.com

- Sumber puisi: cinta009.com

-----------------------------------------------------------------------------------

You May Also Like

3 comments

  1. yup ... selalu melihat segala sesuatu dari sisi positif dan menggerakkan. Mantap.
    salam Aldi, maaf baru bisa mampir sekarang. Terima kasih kunjungannya, ya
    Salam buat Ivan

    ReplyDelete
  2. Ha,,,,,, sayangnya ga semua rakyat Indonesia demikaian,,,,

    ReplyDelete