Adzannya Masya Allah....
Pokoknya jangan ditiru ya, sebagai umat muslim yang baik, khususnya ikhwan tetap harus shalat berjama'ah. Sesibuk apapun kalian kewajiban kita harus ditunaikan ya.
Waktu itu, ditengah kefuturan saya, entah kok bi kisa terjadi. Tiba-tiba adzan Isya masuk tepat ke telinga saya. Pokoknya ini beda banget, serasa dibisik, padahal adzannya kan jauh.
Hal lain juga kok saya bisa tertaring dengan adzannya, yakni kemerduan dari adzan itu. Suaranya wow, cengkoknya gila, nadanya ajaib.
Iya, nadanya ajaib, soalnya belum pernah dengar sebelumnya dan langsung tertarik mendengarnya. Apalagi saya begitu penasaran, soalnya adzan masjid dekat rumah saya tidak seperti adzan biasanya. Nampaknya muadzzinnya beda, bikin penasaran deh pokoknya.
Dengan gerakan secepat kilat, raga ini tiba-tiba tergerak untuk berwudhu dan berganti baju untuk segera ke Masjid. Ditengah kaki ini berjalan menuju masjid, tiba-tiba ingatan ini merasa kagum sama Allah. Wah begitu indah rencanaMu mempertemukan hamba dengan Masjid kembali. Hamba kemudian bersyukur karena masih bisa diberikan hidayah oleh Allah SWT untuk berjama'ah di rumah Allah. Kini saya harus luruskan niat kembali.
Sesampainya saya di Masjid, mata ini tiba-tiba terperangah melihat sosok yang adzan itu adalah anak yang saya tebak umurnya seperti umur anak SMP. Tiba-tiba ia, iqomah dan wow, saya sekali lagi dikejutkan dengan alunan suara merdu dan nada yang begitu indah darinya. Begitu penasarannya saya dengan dia.
Nampaknya dia sosok pendatang namun cukup mengenal imam masjid dan orang yang dituakan di daerah saya. itu terbukti dengan jadinya imam sholat bapak dari Adik itu.
Sehabis sholat Isya, dan shalat sunnah rawatib, tiba-tiba ada rasa malu untuk berkenalan dengannya. Jadilah saya keluar masjid terlebih dahulu dan meninggalkan sejuta rasa penasaran tentang dia.
(Maros, Kamis 21 Mei 2015)
Hal lain juga kok saya bisa tertaring dengan adzannya, yakni kemerduan dari adzan itu. Suaranya wow, cengkoknya gila, nadanya ajaib.
Iya, nadanya ajaib, soalnya belum pernah dengar sebelumnya dan langsung tertarik mendengarnya. Apalagi saya begitu penasaran, soalnya adzan masjid dekat rumah saya tidak seperti adzan biasanya. Nampaknya muadzzinnya beda, bikin penasaran deh pokoknya.
Dengan gerakan secepat kilat, raga ini tiba-tiba tergerak untuk berwudhu dan berganti baju untuk segera ke Masjid. Ditengah kaki ini berjalan menuju masjid, tiba-tiba ingatan ini merasa kagum sama Allah. Wah begitu indah rencanaMu mempertemukan hamba dengan Masjid kembali. Hamba kemudian bersyukur karena masih bisa diberikan hidayah oleh Allah SWT untuk berjama'ah di rumah Allah. Kini saya harus luruskan niat kembali.
Sesampainya saya di Masjid, mata ini tiba-tiba terperangah melihat sosok yang adzan itu adalah anak yang saya tebak umurnya seperti umur anak SMP. Tiba-tiba ia, iqomah dan wow, saya sekali lagi dikejutkan dengan alunan suara merdu dan nada yang begitu indah darinya. Begitu penasarannya saya dengan dia.
Nampaknya dia sosok pendatang namun cukup mengenal imam masjid dan orang yang dituakan di daerah saya. itu terbukti dengan jadinya imam sholat bapak dari Adik itu.
Sehabis sholat Isya, dan shalat sunnah rawatib, tiba-tiba ada rasa malu untuk berkenalan dengannya. Jadilah saya keluar masjid terlebih dahulu dan meninggalkan sejuta rasa penasaran tentang dia.
(Maros, Kamis 21 Mei 2015)
2 comments
Masya Allah... semoga Allah merahmati adik itu dan semua orang yang pergi ke masjid karena mendengar azannya :)
ReplyDeleteAamiin
Delete