[Kisah Yang Tersekat] Musyawarah Wilayah PW-IPM Sul-Sel 20

by - Monday, March 16, 2015


12 Januari 2015

Hari ini, di kamis yang kelabu seperti hati saya yang tersapu abu. Jreng jreng, kami akan menghadiri Musyawarah Wilayah Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang ke 20 Di Bantaeng. Kami yakni PD-IPM Maros menjadwalkan untuk berangkat dari Maros ke Bantaeng pada hari kamis, 12 Januari Ba'da Ashar. Hari itu adalah hari yang benar-benar sibuk bagi saya. Karena esok pada hari Jumat akan diadakan agenda rutin IKRAMULLA pengajian Jumat. Tapi kali ini beda, agenda itu akan dirangkaikan dengan mengenang almarhuma Bu Tia (Salah satu Guru SMAN 1 Maros yang meninggal baru-baru ini). Sehingga saya harus menyiapkan segala sesuatu seperti spanduk, Ustad yang akan ceramah, dan urusan teknisnya saya serahkan teman-teman IKRAMULLA dan kelas saya. Apalagi pengurus inti IKRAMULLA banyak yang pergi. Tercatat ada 5 orang yang berperan penting setiap kegiatan IKRAMULLA ikut pergi Tercatat (Dayat, Ahmad, Fathul, Abi, dan saya). Niat mereka selain ingin berpartisipasi dalam pemilihan transformasi kader sembilan formatur baru PW Sulsel, mereka juga ingin tampil Nasyid pada pembukaan acara itu.


Ba'da Ashar kami rombongan PD IPM Maros sudah siap berangkat ditambah lima orang kader IPM Barru juga ikut bersama kami, akan tetapi bus yang kami akan tumpangi bermasalah dengan supirnya sehingga kami harus menunggu sampai Ba'da Isya untuk mendapatkan supir pengganti.

Kami sampai di Bantaeng sudah menunjukkan waktu dini hari, saya sangat kagum dengan kabupaten yang dijuluki dengan Butta Toa ini. Kawasan yang asri, tertata rapi, begitu bersih. Jalanannya yang tidak seluas Maros bahkan Makassar, mengantarkan saya untuk berpikir bahwa kabupaten ini adalah Kota Modern Bayangan. Ratusan kader IPM yang berasal dari berbagai daerah di Sul-Sel sebelumnya telah sampai terlebih dahulu ke rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa). Ada banyak kader IPM yang ikut berpartisipasi pada acara ini.

13 Januari 2015
Subuh yang begitu dingin, walaupun kami kelelahan karena baru tiba tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk menikmati keindahan alam kota Bantaeng. Kebetulan rusunawa yang kami tempati terletak dekat dengan pantai sehingga kami tidak menyia-nyiakan untuk melihat matahari terbit-nya kota bantaeng.











Puku 10 Pagi, kami menuju balai kartini untuk mengikuti dialog oleh salah satu anggota DPR asal Bantaeng. Selain itu diselingi dengan pemaparan visi misi calon formatur dan penampilan dua orang dari Abi yang menyanyi Laskar Pelangi dengan diiringi beatbox dari Dayat. Pada hari itu, atmosfer forum sudah mulai memanas. Sempat beberapa kali terjadi kericuhan walaupun itu tidak terlalu urgen.

Ba'da Dhuhur kami melakukan pawai keliling kota Bantaeng dan finish  di anjungan pantai Seruni.
Malamnya kami menghadiri pembukaan acara Musywil ini dan dihadiri oleh beberapa orang-orang penting seperti Bapak Nurdin Abdullah dan ketua IPM Pusat. Acara itu berlangsung ba'da isya sampai tengah malam.



14 Januari 2015
Hari ini aktifitas nampaknya begitu padat, kami sempat ketinggalan bis sehingga kami telat sampai di Balai Kartini.  Agenda kali ini Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Wilayah Sulsel. Suasana pada forum ini begitu panas, atmofer yang tinggi, dan dinamika untuk saling kritik dan memberi solusi yang berapi-api.
Acaraini berlangsung begitu lama, apalagi setelah itu dilanjutkan dengan rapat komisi. Tercatat kami masuk ke balai kartini pukul 10.00 dan kami pulang kembali ke rusunawa pukul 01.00 dinihari. Sesekali keluar untuk shalat dan jika ada waktu luang kami manfaatkan untuk berjalan-jalan. Karena kegiatannya molor dan berlangsung lama, pemilihan sembilan formatur PW terpaksa dilanjutkan keesokan harinya.



15 Januari 2015
 Pukul 09.00 pemilihan sembilan anggota formatur di Balai Kartini. Kartini. Hari terakhir kami di Bantaeng, belum sempat kami mengunjungi pantai marina, wisata alam mata air eremerasa dan masih banyak lagi kawasan wisata yang kami ingin kunjungi di Bantaeng. Karena kendala waktu kami hanya langsung bergegas pulang menumpangi bus yang berbeda waktu kami berangkat menuju Bantaeng. Pukul 15.30, akhirnya saya tiba dengan selamat sampai di rumah tercinta saya.








LIHAT LEBIH BANYAK DOKUMENTASI di





You May Also Like

1 comments