facebook twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Insight
    • Ngomongin
      • Ngomongin Duniai
      • Ngomongin Hidup
      • Ngomongin Hati
    • Galeri
    • Error Page
  • Daily Story
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
  • About Me

.. Muh. Aldy Jabir ..




Apa kabar kawan? Masih berjumpa dan ngomongin seputar #Istana Cinta. Tempat dimana kita berbicara cinta. Sehingga nantinya kita bisa mencapai apa yang kita dambahkan. Yakni Cinta yang diridhai Ilahi. 
.
Bila gejolak hati masih bisa dibendung, lalu meyakini diri (Insya Allah) tidak terjerumus dalam jurang dosa dan memilih bertahan sejenak dalam kesendirian, tentu tidak mengapa. Sayapun sampai sekarang masih merasakan itu. Sendiri dalam sepi bukan berarti perbuatan tidak terpuji. Banyak orang
kita temui, dalam kesendiriannya justru bisa memanjat tebing iman. Takwanya semakin tinggi saja. Karyanya untuk umat, bertambah tambah tak terasa. Memilih untuk sendiri, karena berpikir masih banyak amalan lain yang mendesak untuk segera ditunaikan. Sama sekali tidak merasa hina dengan statusnya sebagai jomlo.



Tak terasa sudah sepekan lebih saya tak mengupdate rubrik #Istana Cinta, dua postingan terakhir saya lebih disibukkan untuk berbagi kisah dan cerita. Pembahasan kali ini sebenarnya saya tak ada niat menggurui, karena jujur saya belum menemukan permaisuri untuk mengisi istana cintaku kelak. Niat saya hanya berbagi apa yang saya tahu, dari membaca buku-buku, mendengar ilmu dari ustad dan guru saya, serta apa yang saya rasakan dalam kehidupan.




Dia yang dinanti, belum kunjung mendekat? Mungkin engkau baru sebatas niat, belum bertekad. Coba bandingkan dua kalimat ini “Aku berniat menikah” dengan “Aku bertekad menikah”. Kalau dirasa-rasa, ada komitmen yang berbeda antara kalimat pertama dengan kedua. Kalimat kedua punya komitmen yang kuat, karena sudah bertekad. Kalimat kedua, baru sekadar niat.

Lalu yang manakah dirimu sekarang? Kalau baru sekadar niat, mungkin itulah sebabnya Allah SWT belum menjawab pintamu untuk segera dikirimkan jodoh. Walaupun antara tekad dan niat itu saling berhubungan. Tekad berawal dari niat yang begitu kuat. Niat yang teramat kuat, melahirkan tekad yang mendorongmu untuk segera berbuat.

Lama tidak memosting di blog ini. Kayaknya Kanal #Istana Cinta sudah usang dan berdebu. Mungkin sudah waktunya saya berbagi ilmu lagi. Selain ilmu, nampaknya postingan kali ini sedikit menyinggung isi hati saya. 
Dalam postingan Istana Cinta kali ini akan membahas apa yang sedang saya rasakan. Yang Insya Allah dalam momen Ramadhan ini akan saya tularkan dan berbagi untuk pembaca setia blog saya.

Semoga sampai titik ini, kita sudah berada pada satu kesempatan yang sama. Kalau calon pendamping kelak, harus elok agamanya. Agama itu harga mati. Bila syarat agama sudah terpenuhi, yang lain boleh ditawar-tawar. Katakan begini, engkau diperhadapkan pada dua pilihan. 

Ada dua orang wanita, 
yang wanita pertama dia sholehah, parasnya juga menawan, tapi ada sedikit cacat pada dirinya. Cacat yang tak terlihat mata. Dia wanita kurang cerdas. 
Lalu wanita kedua, sholehah juga, cerdas orangnya. Tapi punya sedikit kekurangan. Dirinya tak secantik wanita pertama.

Entah, kalian akan setuju denganku atau tidak. Cinta itu hadirnya seperti ledakan. Menggelegar dengan tegangan tinggi. Setelah itu akan menurun dan terus menurun. Jika tidak mampu menjaga, bukan mustahil akan menyentuh titik nol.

Saya sering melihat, dan beragam fenomena dunia. Di awal-awal bertautnya hati ada kemesraan yang begitu menyala-nyala. Pelan-pelan redup. Di awal pernikahan alangkah mesranya. Kemana-mana selalu berdua. Bahkan sapaanya sangat mesra "Sayangku..." aur pernikahtau "Cintaku...." tiap hari terdengar indah. Ketika umur pernikahan telah terbilanh tahun, semua yang mesra-mesra entah pergi ke mana. Ada yang berakhir tragis, padam. Jadi dari sini, wlaupun saya belum pernah mengalaminya saya berkesimpulan bahwa cinta itu datangnya di awal dalam rupa "Sebuah Ledakan".

Assalamu'alaykum. Kembali lagi di kanal ISTANA CINTA, kanal yang akan mengisi pengetahuanmu mengenai cinta dari perspektif saya. Dimulai dari sekarang artikel ISTANA CINTA akan hadir setiap hari rabu pagi kalian.

Masih tentang cinta. Ini adalah soal fitrah. Tiada seorang pun manusia yang bisa memilih, mau atau tidak dianugerahi cinta. Allah tiada pernah bertanya, "Hai manusia, inginkah engkau Aku karuniai cinta?" Andai dulu sebelum diutus ke dunia manusia bisa memilih, mungkin karena ada yang enggan dikaruniai cinta. Mereka ingin hidup tanpa gejolak. Menghamba sepenuhnya kepada Allah. Seperti taatnya malaikat.
Older Posts

Tentangku


Hello, There!

Muh. Aldy Jabir, anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Muh. Jabir dan Nurismi. Kini ia menempu pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Universitas Negeri Makassar) dan jurusan Ilmu Ekonomi (Universitas Hasanuddin).



LET’S BE FRIENDS

Followers

@AldyJabir
Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates