facebook twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Insight
    • Ngomongin
      • Ngomongin Duniai
      • Ngomongin Hidup
      • Ngomongin Hati
    • Galeri
    • Error Page
  • Daily Story
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
  • About Me

.. Muh. Aldy Jabir ..






Diari? Untuk seorang blogger seperti saya dan saya juga yakin para pembaca yang mampir di blog saya adalah seorang blogger juga. Tentu tak asing lagi yang namannya “Diari”. Soalnya salah satu fungsi blog adalah online diary .

Terus, kenapa judulnya “Akhirnya Menulis Diary”?
Ya, karena yang saya maksud di sini adalah diari yang bersifat pribadi. Singkatnya hanya kita yang tahu. Buku diari atau buku harian adalah catatan pribadi yang berisi tentang pengalaman dan peristiwa yang dialami yang sifatnya rahasia dengan gaya penulisan yang tidak mengikat (bebas).


Ba’da Dhuhur, kali ini Jamaahnya sepi, karena semuanya sedang menonton Gerak Jalan Indah. Sehingga taka da yang memperhatikan.  Sehabis setelah shalat dhuhur. Saya dan rekan saya Ahmad, beserta dengan guru saya Pak Razak. Seorang guru agama yang menjadi Pembina di IKRAMULLA. Sedang berbincang-bincang masalah kran wudhu dan tentunya di tempat wudhu. Lama berbincang-bincang, ada yang aneh yang saya lihat di sudut sumur Mushollah, telihat, kepalahnya bergerak, ternyata itu burung hantu.

Sayapun memanggil Ahmad, “Ahmad, coba lihat itu  burung hantu kan(sembari menunjuk burung hantu itu)”
Ahmadpun kaget dan lari ke belakang. Tiba-tiba pak Razak mengatakan,” jangan takut, dia kayaknya luka” mencoba mengambil burung hantu itu


Kelas saya sudah semakin solid. Rabu, 12 Agustus 2015. Saya dan teman-teman saya sudah sangat nampak persatuannya. Soalnya kelas lain belum memasan properti kelas seperti struktur kelas, roster, dan jadwal piket, dll. Namun kelas saya telah bergerak duluan. Bukannya tanpa alasan, kami telah berjanji kepada wali kelas kami untuk menyelesaikan semuanya hari kamis. Itulah di hari rabu waktu itu kami menyelesaikan semuanya.


Maros,  05 Agustus 2015. Atau tepatnya hari Rabu.  Setahun yang lalu, kami baru saja bertemu untuk pertama kali ketika menduduki bangku kelas XI. Dan tepat tanggal 5 Agustus kemarin genap satu tahun kami bersama. Ya EXCEL CLASS, merupakan akronim dari Exact Five Unbeatable. Atau IPA 5 tak tekalahkan. Sekarang kami telah menginjak kelas terakhir di masa SMA. Berarti kurang dari satu tahun lagi kami akan berpisah. Dan itulah yang dirayakan kelas saya. Dana satu juta uang kelas, dianggarkan untuk makan-makan bersama sepulang sekolah.

Tapi bukan itu yang akan saya bahas sekarang, kali ini saya akan membahas kegiatan kami (para lelaki tampan dan berani EXCEL) setelah acara itu. Yakni nge-cat. Ada hal yang sudah jadi kebiasaan di sekolah saya, yakni kami diberikan kebebasan berekspresi untuk mendekorasi kelas masing-masing. Termasuk dalam hal cat-mengecat. Walaupun keesokan harinya kami mendapatkan info dari wakasek sarana yang baru, bahwa budaya itu dihilangkan dan setiap kelas harus dicat berwarna putih. Dan yang mengerjakan itu tukang sewaan. Walaupun sempat kecewa karena kami terlanjur membeli cat dan sudah hampir merampungkan untuk mewarnai atap plafonnya.

Ada yang nampak dari kegiatan kami itu. Yakni solidaritas yang terjalin diantara kami. Dengan diiringi musik yang lagi booming di sekolah saya “Kun Anta-Humood-Al Khuder” kami bersama-sama menyatukan pundak menghias dan mewarnai kelas kami.


Saya yang waktu itu sementara berpuasa syawal, tetap bersemangat untuk mengecat, walaupun lama-kelamaan capeknnya datang juga. Tapi hari itu sungguh membuktikan bahwa kebersamaan kami masih lah ada.








Assalamu’alaykum sobat. Sebentar lagi Ramadhan, wah kita akan memasuki bulan penuh berkah dan pahala yang berlipat ganda yah. Nah, karena saya tidak mau ada yang biasa-biasa saja pas Ramadhan nanti. Jadi saya memutuskan untuk membuat planning Ramadhan.

Assalamu’alaykum kawan. Kali ini saya ingin melanjutkan kisah pendakian bulusaraung  yang pernah saya ungkapkan pada blog ini. Bagi yang belum membacanya silakan kunjungi 
Cerita Cinta Padanya Pada Pendakian Bulusaraung

Lanjutan dari kisah ini yakni cerita dimana kami turun gunung. Banyak hal yang unik dan direkam kala itu. Ada beberapa yang termaktub dalam kalbu, dan beberapa sekedar lewat di pikiran.

Dokumentasi Sebelum Turun Gunung

Ketika kami turun dari puncak ke pos 9, kemi rehat sejenak mengambil beberapa asupan cairan di mata air. Sempat beberapa foto kami abadikan



Rombongan IKRAMULLA
Dari Ujung Kiri (Ikram, Fathul, Ahmad, Yogi, Kak Muin, Saya, Dayat, dan Ipul

Older Posts

Tentangku


Hello, There!

Muh. Aldy Jabir, anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Muh. Jabir dan Nurismi. Kini ia menempu pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Universitas Negeri Makassar) dan jurusan Ilmu Ekonomi (Universitas Hasanuddin).



LET’S BE FRIENDS

Followers

@AldyJabir
Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates