Dan Kamipun Salah Langkah : Lomba Debat Pentas PAI
Kini saya sudah menguasai 7 dari 11 mosi debat yang diberikan, berarti masih ada 4 mosi yang belum terlalu dalam menguasainya. Singkat cerita saya berangkat pukul 09.00 menuju tempat lomba yakni Masjid Al-Markas Maros. Perkiraan saya, kayaknya saya terlambat namun apa yang saya temukan. Teman-teman SMAN 1 Maros belum datang semua. Saya pun kelihatan orang kebingungan disana. Sesekali naik ke lantai dua untuk menunaikan sunnah shalat Dhuha kemudian meninjau ulang mosi debat sebentar.
Entah pukul berapa, akhirnya mereka (teman-teman saya) datang. Sedikit informasi, cabang lomba yang dipertandingkan tingkat SMA yakni pidato islam ikhwan/akhwat, Tilawah ikhwan & akhwat, debat, nasyid, Busana Muslim.
Setelah pembukaan, kamipun mengikuti lomba debat, walaupun kami terlambat datang karena tak tahu letak tempat lomba debatnya diadakan (maklum, kami tak mengikuti pembukaan). Lombanya tepat diadakan diatas kami, lantai 3.
Kami terlambat mengikuti arahan, tidak sesuai perkiraan ternyata sistem yang dipakai panel debat, yakni lebih dari dua tim (tiga, empat, dst) dipertemukan bersama.
Dan lomba ini semua tim yakni 8 sekolah semuanya dipertemukan. Kamipun tidak terlalu kaget, soalnya angkatan sebelumnya sewaktu lomba provinsi juga memakai sistem ini.
Namun ada keanehan yang terjadi, bukannya bermaksud menyindir. Tapi cuma ingin mengutarakan 'uneg-uneg'. Moderator tiba-tiba menanyakan kepada kami siapa yang ingin mengajukan tema yang diangkat pada debat kali ini. Dan akhirnya ada kira-kira tiga sekolah yang mengajukan usulannya. Namun bukan sekedar mengajukan, setelah dia memberikan usulan tema lantas kemudian orang itu tiba-tiba menjelaskan dari temanya. Contoh salah satu SMA mengajukan tema kejujuran yang diangkat kemudian dengan segera ia menjelaskan dan secara tidak langsung mereka menjadi pro terhadap kejujuran. Begitupun kedua sekolah selanjutnya, karena melihat SMA pertama begitu, mereka pun mengikutinya.
Setelah itu, sewaktu SMA 3 mengajukan tema dan menjelakan temanya (bertindak pro) tiba-tiba moderator memberikan pertanyaan kepada SMA 3. Namun karena pertanyaan itu tidak dapat dijelaskan mereka, tim kami akhirnya menjawabnya. Belum lagi pas penentuan tema yang ternyata ditentukan moderator, ia memberikan tema yang diusulkan SMAN 3 yakni ukhuwah Islamiyah namun ada kaitannya dengan ke sepuluh tema lainnya.
Terus apa yang aneh?
Iya jelas aneh,
- peraturan sewaktu teknikal meeting menjelaskan bahwa akan ada pro dan kontra, melainkan di debat ini kita dipaksa untuk menjadi pro. Karena kenapa, setelah penentuan mosi debat, kami diberikan pendapat masing-masing sekolah mengenai mosi itu. Dan semua sekolah menjelaskan ukhuwah selayaknya ia bertindak pro. Dan karena mengingat saran dari senior kami bahwa jika dalam panel debat, kalian harus beda sendiri agar disorot, maka akhirnya kami memutuskan untuk kontra dari ukhuwah islamiyah. Maksudnya kami tidak setuju dengan ukhuwah. Awalnya memang sesuai rencana, argumen kami banyak yang menentang namun ketika kami berbalik untuk menyanggah dari argumen mereka namun tidak diberi kesempatan. Disinah letak keanehan terjadi, tiba-tiba disuasana yang sudah kami inginkan, moderator mengalihkan permasalahan dan malah membuat pertanyaan baru.
Pertanyaannya yakni coba berikan saya solusi dari ukhuwah islamiyah dan toleransi beragama (karena waktu itu dipermasalahkan yang manakah lebih urgen ukhuwah atau toleransi) setelah itu ia berbalik bertanya kepada peserta, apa dalil naqli dari argumen yang kalian lontarkan tadi. Sebenarnya, jika kami pro dalil naqli untuk ukhuwah islamiyah saya punya setidaknya 5 dalil naqli 2 ayat Al-Quran dan 3 Hadits shahih. Namun kami kontra, kami hanya memberikan dalil aqli yang berdasarkan logika.
- Moderator vs Peserta
Sesuai yang saya jelaskan cerita diatas, ini bukan peserta vs peserta melainkan moderator vs peserta. Moderator seharunya hanya memberikan arahan kemana debat ini berjalan, namun ternyata, moderator telah telalu jauh ikut campur, sampai-sampai beberapa kali melontarkan pertanyaaan dan mengubah permasalahan.
- Bukan debat melainkan diskusi,
Disini moderator seakan ingin memberikan jalan keluar, secara otomatis kami yang menganggap bahwa lomba ini adalah debat sehingga kami berani menjadi kontra semakin disudutkan. Sebenarnya, ada dalil yang saya ingin ungkapkan walaupun kami seakan menjadi kontra, namun sekali lagi, tiba-tiba moderator mengalihkan permasalah dan malah membuat pertanyaan baru.
- Belum lagi tim kami yang tiba-tiba canggung menjawab pertannyaan moderator diakibatkan karena pertanyaan moderator menyuruh kami seakan menjadi tim pro. Sedangkan sebelumnya kami bertindak sebagai penentang. Dalil yang adapun seakan hilang dan hanya tersisa sedikit, tiba-tiba dalil yang ditanyakan cenderung spesifik. Yakni surah Al-Hujurat ayat 10. Ayat yang kami dengar setiap hari terutama dilingkan tarbiyah kami di SMAN 1 Maros, namun karena tendensi kami yang berbasis kontra, dalil itu seakan dilupakan, sempat kami mengemukakan dalil itu namun karena lupa pada bagian akhir sehingga pertanyaan itu dilempar kepada SMAN 3 dan ia menyebutkan yang sebenarnya kurang tepat juga namun diperbaiki oleh SMAN 3.
Kemudian peserta diberikan pertanyaan lain, bahkan sangat jauh hubungannya dengan kami yang bertindak sebagai kontra, yakni makna dari surah Al-Hujurat, sungguh aneh bukan.
Lomba ini akhirnya selesai hanya sekitar 15 menit, sangat cepat bukan untuk ukuran lomba yang dinamakan debat. Bukan hanya kami yang merasa aneh, sekolah lainnya pun begitu, ada yang merasa bahwa yang tadi itu belum termasuk lomba. dll.
Ini bukan sebuah lomba debat melainkan sebuah tanya jawab antara moderator dan peserta. Kamipun sudah pasrah dan menganggap bahwa tim kami salah langkah. Ikhlas sudah ada dan senyum tetap selalu ada.
Sesekali berdiskusi mengenai lomba itu kepada pembina kami, dan pembina sekolah lain. Ternyata apa yang kami pikirkan sama dengan pembina kami. Bapak Abdurrazzaq.
#Catatan ini dibuat secara tiba-tiba 23 Mei 2015 (Sementara lomba Pentas PAI)

3 comments
keren nih bisa ikutan lomba debat PAI
ReplyDelete"Ikhlas sudah ada dan senyum tetap selalu ada" keren.. kata2 yang satu ini sangat sulit untuk diaplikasikan apalagi ngadepin sikon yang membuat kita salah tingkah :D
ReplyDeleteAssalamu'alaikum, kak..
ReplyDeleteitu sistem debat yang dipakai apa namanya?
Lalu bisakah Kakak jelaskan mekanisme jelas pelaksanaan debatnya dari awal hingga akhir?
Terima kasih, Kak. Wassalamu'alaikum.