Bencilah Sifatnya tetapi Cintailah Orangnya, Jangan Sampai Ukhuwah Goyah Karena Kekhilafan.

by - Saturday, May 09, 2015



Kembali mengenang perkataan seorang pemuda

“Hidup ini benar-benar indah, jika kita mau berbagi dalam banyak hal. Berbagi ilmu, cerita, nasihat, senyum, hikmah dan pengalaman serta motivasi. Berbagi itu menguatkan persaudaraan, melembutkan hati, mengokohkan jiwa, menghancurkan keangkuhan dan merobohkan keegoisan.”

Dan ketika mengenang kembali perkataan ini, lisan ini serasa ingin berucap, dan jemari ini seakan ingin bergerak. Menekan satu persatu tombol yang ada di laptop ini dan merenungi apa yang ingin saya bagikan.
Sampai hati ini menegur kepada diri “tulislah hatimu sekarang” ujarnya pada senyap tak terdengar oleh telinga, tapi batin mengetahui maksudnya. Kemudian lantai kamar ini seakan ingin bersorak dan meneriakiku di tengah dinginnya malam, menjadikan malam menjadi kelam sehingga membuatku merenungi dosa yang telah saya perbuat pada seharian ini.

Tatkala jiwa ini mulai menginstropeksi masalah yang telah saya perbuat, tibalah suatu ingatan tertuju pada kisah yang begitu miris. Kisahku pada sahabatku. Hari ini aku telah berbuat salah dengannya. Miris bukan?  Saya yang setiap harinya berkoar “Perkuatlah ukhuwah” justru malah menggoyankannya pada hari itu. Sungguh durjana diri ini pada saat itu, melemahkan syahdunya ikatan persaudaraan kami. Dan kesalahan itu yang teringat pada malam ini untuk saya renungi kembali.

Mungkin saya tahu, bahwa terhadap satu orang aku selalu membenci luputnya tapi tetap cinta dan sayang pada pelakunya itulah sikapku selalu. Pada diriku sendiri.

Mengingat ujaran imam Syafi’I  “aku mencintai orang-orang sholih” begitu katanya, diiringi air mata “meski aku bukanlah bagian dari mereka dan aku membenci para pemaksiat-Nya meski aku tak berbeda dengan mereka”

Yaaa, mungkin dia benar...

Tapi dalam tiap ukhuwah dan cinta dalam tiap ikatan yang Alloh jadi saksinya aku ingin meloncat ke hakikat yang lebih tinggi. karena tiap orang beriman tetaplah rembulan memiliki sisi kelam, yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun maka cukuplah bagiku memandang sang bulan pada sisi cantik yang menghadap ke bumi tertentu, tanpa kehilangan semangat untuk selalu berbagi dan sesekali merasai gelapnya sesal dan hangatnya nasehat sebagaimana sang rembulan yang kadang harus menggerhanai matahari
Begitulah nasihat Dalam Deka[an Ukhuwah, nasihat penting pada persaudaraan kami. Khawatirlah kepada kemaksiatannya, namun tetaplah mencintainya. Jangan sampai karena engkau melihatnya sedang melakukan suatu perbuatan dosa menjadikan dirimu memutuskan persaudaraanmu dengannya. Atau bahkan membawamu pada gerbang kedosaan.

Bencilah sifatnya, tapi jangan orangnya. Tetaplah jaga persaudaraan ini, karena sejatinya ketika tegur sapa pun terasa menyakitkan, pertemuan terasa sengsara. Maka sesungguhnya bukanlah ukhuwah kita yang lemah akan tetapi iman kita yang compang-camping.

 Itulah sebuah pesan yang harus saya muhasabahkan diri ini. Jangan sampai khilaf ini menjadikan ikatan saudara seiman kami menjadi runtuh. Haruslah ada kata maaf yang keluar pada bibir ini fajar esok, kembalikan ikatan ini dengan senyum, ikhlas, maaf, dan do’a serta niat karena Allah SWT.


Semoga sahabat pembaca, bisa mendapatkan hikmah dari curahan saya kali ini..



____________________________________

Sumber Gambar: encrypted-tbn2.gstatic.com

You May Also Like

0 comments